Info Sekolah
Sabtu, 31 Jan 2026
  • Pesantren Darul Muttaqien: Satu dalam aqidah, toleransi dalam khilafiyah, berjama'ah dalam ibadah dan muamalah.
  • Pesantren Darul Muttaqien: Satu dalam aqidah, toleransi dalam khilafiyah, berjama'ah dalam ibadah dan muamalah.
3 Januari 2026

Mengabdi dengan Ikhlas, Pesantren Darul Muttaqien Teladani Kementerian Agama

Sab, 3 Januari 2026 Dibaca 172x

Pesantren Darul Muttaqien menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia pada Sabtu pagi, 3 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan di Lapangan Putra Pesantren Darul Muttaqien, dan diikuti oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), kepala kantor wilayah, kepala kantor kabupaten, pimpinan unit pelaksana teknis, serta Seluruh guru dan staf administrasi pada madrasah.

Upacara dimulai dengan rangkaian prosesi pengibaran bendera merah putih, sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan panjang dan pengabdian Kementerian Agama dalam membina kehidupan beragama, pendidikan, dan kebangsaan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Pimpinan Pesantren Darul Muttaqien, KH. Mad Rodja Sukarta, menegaskan bahwa peringatan Hari Amal Bhakti bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat nilai keikhlasan, tanggung jawab, dan pengabdian, “Pesantren Darul Muttaqien meneladani prinsip yang diajarkan Kementerian Agama, yaitu ikhlas beramal. Ikhlas berarti melaksanakan amanah perjuangan ini dengan totalitas, tanpa pamrih, dan penuh tanggung jawab,” ujar KH. Mad Rodja Sukarta dalam sambutannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya rasa syukur dalam setiap perjuangan. Menurutnya, tanpa syukur, semangat pengabdian mudah berubah menjadi keluhan. “Setiap langkah yang kita jalani hendaknya disertai dengan rasa syukur atas seluruh karunia yang telah Allah SWT berikan. Tanpa syukur, perjuangan mudah berubah menjadi keluhan,” tuturnya.

Lebih lanjut, KH. Mad Rodja Sukarta menekankan makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Ia menyampaikan bahwa Indonesia yang dinikmati saat ini merupakan hasil dari perjuangan para pendahulu bangsa, sehingga harus dimaknai sebagai kekuatan untuk membangun masa depan, bukan hanya dirayakan secara simbolik. “Kemerdekaan harus dimaknai sebagai kekuatan dahsyat untuk memajukan bangsa ini, bukan sekadar seremoni tahunan,” tegasnya.

Dalam menghadapi berbagai tantangan, ia mengajak seluruh peserta upacara untuk tetap optimistis dan tidak mudah berputus asa. “Seribu masalah ubah menjadi sejuta tantangan dan peluang untuk melahirkan solusi,” ucapnya, seraya mengajak untuk terus berkontribusi dan memberi manfaat bagi sesama.

Pada kesempatan tersebut, KH. Mad Rodja Sukarta juga menyinggung perjalanan Pesantren Darul Muttaqien yang telah memasuki usia 37 tahun. Ia menyampaikan rasa syukur atas bimbingan para ulama serta dukungan pemerintah daerah, khususnya jajaran pejabat Kabupaten Bogor, yang selama ini turut membersamai perjalanan pesantren.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh hadirin untuk meninggalkan sikap pesimis dan menatap masa depan dengan penuh optimisme. “Berhenti mengeluh, dan tatap masa depan dengan optimisme bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor peradaban dunia,” pungkasnya.

Peringatan Hari Amal Bhakti ke-80 Kementerian Agama di Pesantren Darul Muttaqien ini diharapkan menjadi penguat semangat pengabdian seluruh ummat dalam menanamkan nilai keikhlasan, persatuan, dan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negara.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Sekilas Darul Muttaqien

Pondok Pesantren Darul Muttaqien terletak di wilayah desa Jabon Mekar Kecamatan Parung Kabupaten Bogor Jawa Barat. Resmi didirikan pada tanggal 18 Juli 1988 M.

Agenda

15
Mar 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
01
Mar 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
26
Des 2024
waktu : 07:00
Agenda telah lewat