Bogor, Belajar berorganisasi bukan sekadar mengisi waktu, melainkan bekal penting dalam melatih kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab. Di Pesantren Darul Muttaqien, santri memiliki wadah khusus untuk menempanya, yaitu Organisasi Pelajar Darul Muttaqien (OPDM).
Sabtu, 6 September 2025, suasana di pesantren berubah bak pemilihan presiden. Ratusan santri antusias mengikuti pemilihan ketua OPDM masa amanah 2025–2026. Namun, ada yang berbeda tahun ini: jika sebelumnya pencoblosan dilakukan dengan kertas, kali ini seluruh proses pemilihan menggunakan sistem online voting. Inovasi digitalisasi ini digagas oleh panitia santri kelas 4 TMI.
Sehari sebelumnya, Jumat 5 September 2025, masing-masing kandidat tampil penuh semangat dalam menyampaikan orasi visi dan misi. Dari kubu santri putra, tiga kandidat yang maju adalah: Ahkmad Tarmizi Siregar, Nazran Bachtiar Lutfi, dan Aidhil Ru’yat Kusuma Putra. Sementara dari santri putri, terdapat Agitsna Rizqi Al Fafa, Nihayah Mutmainnah Kahhar, dan Ameera Salma Salsabila.
Hasil akhir pemilihan pun diumumkan dengan penuh haru dan gembira. Dari santri putra, suara terbanyak diraih oleh Nazran Bachtiar Lutfi, sementara dari santri putri, amanah kepemimpinan jatuh kepada Ameera Salma Salsabila.
Ucapan selamat mengalir dari para guru. Ustadz Muhammad Hudri memberikan pesan khusus kepada Nazran, “Semoga engkau bisa menjadi pemimpin yang amanah, mampu merangkul semua santri, dan menjadikan OPDM lebih maju ke depan.”
Tak ketinggalan, ketua OPDM lama juga menitipkan pesan penuh makna kepada para penerusnya, “Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab untuk melayani. Semoga kalian bisa melanjutkan perjuangan dengan lebih baik.”
Dengan semangat baru dari ketua terpilih, OPDM Darul Muttaqien diharapkan terus menjadi wadah pendidikan karakter dan kepemimpinan, mengajarkan santri bahwa belajar berorganisasi adalah bagian penting dari perjalanan menuju kedewasaan.
Tinggalkan Komentar