Senin, 17 Jan 2022
  • Pesantren Darul Muttaqien : Satu dalam Aqidah, Toleransi dalam Khilafiyah, Berjama'ah dalam Ibadah

RISALAH UNTUK WALI SANTRI

Selama Di Rumah, Kami Amanahkan Kembali Ananda Kepada Ayah Bunda

 

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan segala macam nikmat kepada kita semua. Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW yang telah membimbing kita menuju jalan keselamatan, yakni dinul Islam.

Tanpa terasa, waktu berjalan begitu cepat hingga sampai kepada masa libur semester satu bagi seluruh santri Pesantren Darul Muttaqien Bogor di semua satuan pendidikan, baik TMI maupun non TMI. Untuk itulah kami menuliskan Risalah Untuk Wali Santri ini agar keberlangsungan pendidikan ananda bisa tetap terjaga selama di rumah. Ada beberapa catatan penting yang harus menjadi perhatian orang tua, diantaranya sebagai berikut :

 

  1. MAKNA LIBURAN, bagi seorang santri adalah perpindahan aktivitas pendidikan dari pesantren ke rumah yang berarti peralihan sementara amanah dari guru kepada orang tua. Karena itu seluruh pendidikan di pesantren harus terjaga selama ananda di rumah.

 

  1. MENJAGA PANCAJIWA PONDOK, selama ananda di rumah, hendaknya orang tua senantiasa memberikan pengarahan dan bimbingan agar ananda tetap menjaga dan menerapkan pancajiwa pondok, yakni : keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah dan kebebasan.

 

  1. MENJAGA AQIDAH, seiring perkembangan teknologi informasi, maka orang tua harus benar-benar bisa menjaga aqidah santri, jangan sampai terpengaruh kepada konten sosial media yang bisa merusak aqidah ananda. Oleh karena itu, Ananda tidak boleh diberikan gadget, baik HP maupun laptop, kecuali didampingi orang tua dengan tujuan pendidikan.

 

  1. MENJAGA IBADAH, selama di rumah, orang tua memastikan ananda melaksanakan sholat wajib lima waktu dengan berjamaah bersama ayahnya di masjid terdekat. Orang tua juga bisa memastikan ananda untuk mengarahkan ananda untuk selalu membersamai Al Qur’an dengan tilawah, menghafal dan muraja’ah.

 

  1. MENJAGA AKHLAK, selama ananda di rumah, mohon orang tua terus membimbing akhlak ananda, baik kepada dirinya sendiri, kepada kedua orang tua dan keluarga, kepada sanak saudara, maupun kepada tetangga.

 

  1. MENJAGA ILMU, selama ananda di rumah, sebaiknya orang tua selalu menjadi teladan dan motivator agar ananda tetap menambah ilmu dengan rajin membaca, baik di rumah maupun di perpustakaan. Bisa juga dilakukan dengan melakukan diskusi keilmuwan bersama orang tua di rumah atau menghadiri berbagai majlis ilmu yang ada di lingkungan rumah.

 

  1. MENJAGA JIWA, agar ananda tetap bergembira selama di rumah, maka hendaknya orang tua sekali-kali mengajak ananda untuk berlibur bersama keluarga yang bernuasa edukasi, rekreasi dan motivasi.

 

  1. MENJAGA PERGAULAN, selama ananda di rumah, orang tua harus tetap memberikan arahan dan bimbingan agar ananda bergaul dengan orang-orang sholih, jangan sampai salah dalam pergaulan.

 

Semoga risalah ini bisa menjadi acuan bagi Ayah Bunda untuk menjaga kesalihan ananda selama di rumah hingga kembali lagi ke pesantren pada waktu yang telah ditentukan. Semoga semua ikhtiar kita menjadi amal sholih di hadapan Allah, aamiin.

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR