Info Sekolah
Selasa, 26 Mei 2026
  • Pesantren Darul Muttaqien: Satu dalam aqidah, toleransi dalam khilafiyah, berjama'ah dalam ibadah dan muamalah.
  • Pesantren Darul Muttaqien: Satu dalam aqidah, toleransi dalam khilafiyah, berjama'ah dalam ibadah dan muamalah.
10 Agustus 2025

Santri Adalah Sejarah Masa Depan: Pidato Inspiratif Warnai PORSEKA 37 Santri Putra

Ming, 10 Agustus 2025 Dibaca 731x

Bogor, 10 Agustus 2025 – Lapangan bola di depan Gedung PSB Pesantren Darul Muttaqien dipenuhi ribuan santri, orang tua, dewan guru, pimpinan, dan ketua yayasan. Suasana khidmat sekaligus penuh semangat mewarnai pelaksanaan upacara PORSEKA ke-37 yang bertepatan dengan jadwal kunjungan dan penjengukan orang tua santri putra. Momen ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana pendidikan karakter yang berkesan.

Bertindak sebagai pembina upacara, Ananda Gemilang Azura menyampaikan pidato penuh energi tentang hakikat pesantren sebagai kawah candradimuka bagi lahirnya generasi pejuang. Ia mengingatkan bahwa pesantren bukanlah tempat sekadar belajar formal, melainkan pusat perjuangan untuk melahirkan kader umat. “Tempat ini adalah kawah candradimuka. Kader-kader perjuangan Islam, penerus estafet perjuangan para nabi, sahabat, wali, dan ulama. Pesantren adalah lambang persatuan umat yang harus bisa melepaskan diri dari eksklusivitas, kedudukan, suku, dan ras. Kita ditakdirkan untuk bersatu padu, saling menguatkan, dan bergerak bersama menuju keridaan Allah,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Gemilang juga menekankan pentingnya pendidikan pesantren di tengah tantangan era disrupsi dan krisis moral. Ia mengkritik pandangan masyarakat yang masih memandang pesantren sebagai pilihan “nomor dua”, padahal justru pesantrenlah yang paling konsisten membentuk manusia beriman, berakhlak mulia, mandiri, dan berilmu. “Kalau keluhan kami terus diikuti, kalau kami dimanja tanpa pendidikan keras, maka jangan heran jika lahir generasi lemah yang hanya menjadi pesuruh atau bahkan sampah masyarakat. Pesantren mendidik kami untuk tangguh, sederhana, dan bermartabat, agar bangsa ini tidak menjadi kacung bagi bangsa lain,” serunya lantang.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh santri untuk berani bermimpi besar, meneladani para tokoh bangsa dan ulama terdahulu. “Kalau dulu ada Kiai Haji Agus Salim, kelak harus lahir diplomat ulung dari pesantren kita. Kalau dulu ada Buya Hamka, kelak harus lahir ulama karismatik dari pesantren kita. Kalau dulu ada B.J. Habibie, kelak harus lahir teknokrat dan presiden dari pesantren kita. Santri tak takut miskin, tak takut lapar, tak takut capek. Yang kami takutkan hanyalah jika tidak mampu memperjuangkan agama Allah,” ujarnya penuh keyakinan, disambut takbir para santri dan orang tua.

Upacara yang digelar Ahad pagi ini membuka rangkaian kegiatan PORSEKA 37, dan juga memperkuat ikatan emosional antara santri, orang tua, dan pesantren. Dengan pidato tersebut, PORSEKA 37 bukan hanya pesta olahraga, seni dan pramuka, tetapi juga tonggak sejarah baru, lahirnya keyakinan bahwa santri adalah bagian dari sejarah masa depan bangsa.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Sekilas Darul Muttaqien

Pondok Pesantren Darul Muttaqien terletak di wilayah desa Jabon Mekar Kecamatan Parung Kabupaten Bogor Jawa Barat. Resmi didirikan pada tanggal 18 Juli 1988 M.

Agenda

15
Mar 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
01
Mar 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
26
Des 2024
waktu : 07:00
Agenda telah lewat