Info Sekolah
Jumat, 08 Mei 2026
  • Pesantren Darul Muttaqien: Satu dalam aqidah, toleransi dalam khilafiyah, berjama'ah dalam ibadah dan muamalah.
  • Pesantren Darul Muttaqien: Satu dalam aqidah, toleransi dalam khilafiyah, berjama'ah dalam ibadah dan muamalah.
22 Oktober 2025

Santri Bangkit, Jaga Negeri: Pesantren Darul Muttaqien Gelar Upacara Hari Santri 2025

Rab, 22 Oktober 2025 Dibaca 609x

Parung, 22 Oktober 2025, Ribuan santri dari berbagai pesantren di Kecamatan Parung memadati lapangan Pesantren Darul Muttaqien untuk mengikuti upacara Hari Santri Nasional 2025, Rabu (22/10). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan.

Hari Santri, yang diperingati setiap 22 Oktober, merupakan momentum untuk mengenang Resolusi Jihad yang dicetuskan para ulama pada tahun 1945, seruan yang membangkitkan semangat perjuangan santri dan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dalam pidatonya, Pimpinan Pesantren Darul Muttaqien KH. Mad Rodja Sukarta menekankan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi sarana penguatan peran santri di tengah masyarakat modern. “Hari Santri adalah hari penguatan,” ujarnya. “Sejak dulu para kiai diuber-uber penjajah, tapi mereka tetap teguh mendidik akidah, akhlak, dan ibadah. Musuh bangsa kita bukan hanya penjajah, tapi juga kebodohan, bodoh berbangsa, bodoh bernegara, dan bodoh beragama.”

Beliau juga menegaskan bahwa kekuatan pesantren terletak pada kemandirian dan keikhlasan para penghuninya. “Pesantren memiliki dasar kekuatan pada manusia-manusia mandiri yang bertransaksi langsung dengan Allah, bukan bergantung pada makhluk,” tegasnya dalam amanat upacara. “Eksistensi pesantren tidak perlu dikhawatirkan, karena semangat keikhlasan dan kemandirian menjadi fondasi utamanya.”

KH. Mad Rodja juga mengingatkan bahwa penjajahan belum sepenuhnya hilang, meski wujudnya kini berbeda. “Fakta hari ini masih banyak upaya untuk melemahkan dan memecah belah umat serta bangsa. Penjajahan baru masih ada dalam bentuk yang lain,” ujarnya.

Beliau menekankan pentingnya sinergi antar tokoh masyarakat dalam membangun daerah. “Perlu adanya pertemuan dan sinergi antara camat, lurah, kiai, ustaz, dan masyarakat untuk membangun Kecamatan Parung menjadi wilayah mandiri dan berdaulat,” katanya.

KH. Mad Rodja juga mengajak seluruh ormas Islam untuk terus menjaga ukhuwah dan persatuan dalam perbedaan. “NU, Muhammadiyah, PUI, Mathla’ul Anwar, Nahdlatul Wathon, dan lainnya semuanya adalah bagian dari perjuangan menegakkan NKRI,” tuturnya. “Kita harus menjaga ukhuwah, saling menghormati, dan bersatu dalam tujuan besar umat dan bangsa.”

Sementara itu, Camat Parung Bapak Adhi Nugraha, S.STP., M.H dalam amanatnya menyampaikan pentingnya semangat juang santri dalam menjaga kemerdekaan dan membangun peradaban dunia. “Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman,” katanya. “Santri harus hadir sebagai pelaku sejarah baru, pembawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam membangun dunia yang damai dan berkeadaban.”

Beliau juga menegaskan bahwa negara memberikan perhatian besar terhadap pesantren melalui kebijakan nyata, termasuk Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang pendanaan pesantren. “Negara berhutang budi kepada pesantren dan para santri yang selama ini menjadi benteng moral bangsa,” ucapnya. “Kini santri harus berperan aktif di era digital, menguasai ilmu, sains, dan teknologi.”

Di akhir pidatonya, KH. Mad Rodja berpesan agar santri masa kini menjadi anak-anak merdeka yang memiliki cita-cita besar untuk memajukan bangsa. “Santri harus menjadi pelopor dan teladan dalam membangun masyarakat serta menjaga nilai-nilai Islam,” pungkasnya. “Melangkahlah dengan semangat dan kegembiraan yang bermakna, satu dalam akidah, toleransi dalam khilafiyah, berjamaah dalam ibadah dan muamalah.”

Upacara Hari Santri di Pesantren Darul Muttaqien berlangsung khidmat dan ditutup dengan pekik takbir bersama. Sorak “Allahu Akbar!” menggema dari ribuan santri yang mengibarkan semangat untuk terus menjaga Indonesia dan menebarkan kedamaian di dunia.

DCIM100MEDIADJI_0605.JPG

 

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Sekilas Darul Muttaqien

Pondok Pesantren Darul Muttaqien terletak di wilayah desa Jabon Mekar Kecamatan Parung Kabupaten Bogor Jawa Barat. Resmi didirikan pada tanggal 18 Juli 1988 M.

Agenda

15
Mar 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
01
Mar 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
26
Des 2024
waktu : 07:00
Agenda telah lewat