Info Sekolah
Sabtu, 23 Mei 2026
  • Pesantren Darul Muttaqien: Satu dalam aqidah, toleransi dalam khilafiyah, berjama'ah dalam ibadah dan muamalah.
  • Pesantren Darul Muttaqien: Satu dalam aqidah, toleransi dalam khilafiyah, berjama'ah dalam ibadah dan muamalah.
22 Agustus 2025

Santri Bukan Hanya Bisa Ngaji: Panggung Gembira 632 Santri Putra Buktikan Talenta dan Kreativitas Tanpa Batas

Jum, 22 Agustus 2025 Dibaca 686x

Bogor, 21 Agustus 2025 – Suasana GOR Putra Pesantren Darul Muttaqien malam itu terasa istimewa. Panggung Gembira 632 bukan sekadar pesta seni, melainkan ruang ekspresi pendidikan yang menampilkan talenta, kreativitas, dan kerja keras para santri kelas enam. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir, berorganisasi, hingga berkarya di hadapan publik.

Saat meresmikan kegiatan, Wakil Pimpinan Pesantren, Ust. M. Averus, menegaskan bahwa apa yang ditampilkan malam itu bukan sekadar hiburan. “Pertunjukan malam hari ini hanyalah secuil dari rentetan perjuangan para santri kelas 6. Jadi apa yang dirasakan oleh santri, apa yang dilihat, apa yang didengarkan santri, itu seluruhnya adalah pendidikan,” ujarnya penuh makna.

Dalam sesi penilaian di akhir acara Panggung Gembira, Ust. Salim RD, S.Sos.I mengungkapkan rasa takjubnya terhadap kualitas penyelenggaraan acara. “Malam ini saya merasa seperti menyaksikan sesuatu yang mustahil, tetapi ternyata benar terjadi. Anak-anak yang kita kira hanya bisa ngaji, membaca Al-Qur’an, atau menjadi imam, ternyata mampu menyuguhkan pertunjukan yang luar biasa. Konsep, lighting, dekorasi, hingga digitalisasi—semuanya hasil karya santri kelas enam. Luar biasa, bahkan sekelas profesional pun belum tentu bisa melaksanakan acara sebesar ini,” ujarnya penuh bangga.

Lebih jauh, Ust. Salim menekankan bahwa pengalaman ini adalah miniatur kehidupan yang akan mereka hadapi di masyarakat. “Santri itu bisa menjadi apa saja: seniman, sutradara, pejabat, dokter, presiden—tapi tetap santri. Identitas kesantrian tidak boleh hilang, justru menjadi nilai lebih di setiap profesi. Inilah bekal nyata dari pesantren: santri berilmu, berakhlak, sekaligus kreatif dan inovatif,” tambahnya.

Apresiasi juga datang dari kalangan wali santri yang hadir. Salah seorang wali menyampaikan keyakinannya terhadap potensi para santri. “Saya percaya setiap anak memiliki multiple intelligence. Dengan adanya Panggung Gembira, semua anak-anak sholeh ini mendapat kesempatan untuk mengekspresikan diri sesuai dengan bakat dan kecerdasannya masing-masing,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar hiburan, Panggung Gembira adalah metode pendidikan. Santri belajar mengelola waktu di tengah padatnya kegiatan, berlatih kepemimpinan, berkolaborasi dengan tim, hingga menyalurkan kreativitas untuk menghasilkan karya yang memukau. Semua itu menjadi bagian dari proses membentuk karakter tangguh dan mandiri, sebagaimana yang diamanahkan dalam Panca Jiwa Pondok.

Pada akhirnya, Panggung Gembira 632 bukan hanya meninggalkan decak kagum, tetapi juga pesan mendalam: bahwa pendidikan pesantren adalah pendidikan kehidupan. Dari panggung inilah lahir generasi santri yang siap menjawab tantangan zaman dengan iman, akhlak, dan kreativitas tanpa batas.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Sekilas Darul Muttaqien

Pondok Pesantren Darul Muttaqien terletak di wilayah desa Jabon Mekar Kecamatan Parung Kabupaten Bogor Jawa Barat. Resmi didirikan pada tanggal 18 Juli 1988 M.

Agenda

15
Mar 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
01
Mar 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
26
Des 2024
waktu : 07:00
Agenda telah lewat