Selamat Jalan, Ustadz Yudo Hariyanto: Guru yang Mengajarkan Kesabaran, Kelembutan, dan Disiplin
Ustadz Yudo Hariyanto Berpulang, Tinggalkan Keteladanan bagi Santri Darul Muttaqien
Bogor — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pesantren Darul Muttaqien Bogor. Salah seorang pendidik TMI Darul Muttaqien, Alm. Ustadz Yudo Hariyanto bin Poniran, berpulang ke rahmatullah pada Ahad, 6 September 2026 pukul 22.45 WIB, dalam usia 57 tahun.
Almarhum yang lahir pada 17 Agustus 1969 dikenal sebagai sosok pendidik yang tenang, santun, dan berwibawa. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan guru, serta para santri yang pernah mendapatkan ilmu dan bimbingan darinya.
Bagi para santri, sosok Ustadz Yudo bukan sekadar seorang guru yang hadir di ruang kelas. Beliau dikenang sebagai pendidik yang memiliki kesabaran luas, cara mengajar yang lembut, namun tetap tegas dalam mendidik dan menanamkan kedisiplinan.
Salah seorang santri yang pernah diajar beliau mengenang sosok Ustadz Yudo sebagai guru dengan pembawaan yang menenangkan. “Alm. Ustadz Yudo sabarnya luas tiada tara. Cara mengajarnya lembut. Teringat jelas wajahnya yang sejuk setiap masuk kelas.”
Cara berbicara beliau pun menjadi salah satu hal yang membekas dalam ingatan para santri. Suaranya yang pelan tidak berarti mengurangi ketegasan dalam mendidik. Justru dari tutur kata yang tenang itu, para santri belajar bahwa ketegasan tidak selalu harus disampaikan dengan suara keras.
Salah satu nasihat almarhum yang masih diingat adalah tentang bagaimana menghargai waktu. Beliau pernah menyampaikan bahwa lebih baik tidak memakai jam tangan tetapi mampu tepat waktu dan disiplin terhadap waktu, daripada memakai jam tangan dengan harga mahal tetapi masih sering terlambat.
Nasihat sederhana tersebut menggambarkan cara beliau mendidik: tidak sekadar menyampaikan teori, tetapi mengajak santri memahami nilai dari sebuah kedisiplinan. Bagi Ustadz Yudo, waktu bukan hanya sesuatu yang perlu diketahui melalui jam, tetapi sesuatu yang harus dihargai dan dipertanggungjawabkan melalui sikap disiplin.
Kini, sosok yang dahulu berdiri di hadapan kelas untuk menyampaikan ilmu telah berpulang. Namun, kelembutan dalam mendidik, kesabaran dalam menghadapi santri, serta pesan-pesan tentang kedisiplinan akan terus hidup dalam ingatan mereka yang pernah belajar bersama beliau.
Alm. Ustadz Yudo Hariyanto bin Poniran disalatkan pada Senin, 7 September 2026 pukul 08.00 WIB di Masjid Putih Pesantren Darul Muttaqien, bersama seluruh santri, dewan guru dan keluarga besar Pesantren Darul Muttaqien, serta saudara, kerabat dan warga yang turut hadir.
Selanjutnya, almarhum dimakamkan di Pemakaman Darul Muttaqien, Kampung Sawah, Jabon Mekar.
Selamat jalan, Ustadz Yudo. Terima kasih telah mengajarkan bahwa mendidik tidak selalu harus dengan suara keras; terkadang, kelembutan, kesabaran, dan keteladanan justru menjadi pelajaran yang paling lama tinggal dalam ingatan.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa beliau, menerima iman, Islam, pengabdian serta perjuangan beliau, melapangkan kuburnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.

Saat ini belum ada komentar