Jangan Takut Hadapi Masalah, Jadikan Sebagai Peluang Ibadah

Bogor, 13 Agustus 2026 – Silaturrahmi dan Kamisan Pendidik pada Kamis (13/8/2026) kembali digelar. Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Kamis ba’da salat Zuhur berjamaah ini menjadi sarana silaturrahmi sekaligus penguatan semangat pengabdian bagi para pendidik di lingkungan pesantren.
Dalam tausiyahnya, Pimpinan Pesantren Darul Muttaqien KH. Mad Rodja Sukarta mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kondisi santri, terutama dalam menjaga kesehatan dan keselamatan mereka di tengah kondisi cuaca yang panas. Ia meminta seluruh bagian pengasuhan dan pendidik untuk lebih peka serta memastikan kebutuhan dasar santri, termasuk ketersediaan air, terus diperhatikan.
Menurut beliau, kepedulian terhadap santri tidak seharusnya dipandang sebagai beban. Justru, perhatian dan pelayanan kepada mereka merupakan bagian dari amanah pendidikan sekaligus peluang untuk beribadah.
“Jangan sampai dianggap itu menjadi beban untuk guru-gurunya, tetapi itu adalah peluang ibadah kita, supaya anak-anak ini betul-betul merasakan kasih sayang guru-guru, perhatian guru-guru,” ujar KH. Mad Rodja.
Beliau juga menekankan pentingnya ketertiban dalam manajemen dan komunikasi di lingkungan pesantren. Setiap persoalan, menurutnya, harus segera diketahui dan ditangani oleh pihak yang memiliki tanggung jawab, tanpa saling menyalahkan. Sikap peduli menjadi hal penting agar masalah kecil tidak berkembang dan berdampak lebih luas.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Mad Rodja turut menyoroti sikap malas yang tidak boleh dibiarkan tumbuh dalam lingkungan pendidikan. Ia mengingatkan bahwa satu kebiasaan negatif dapat dengan cepat memengaruhi lingkungan di sekitarnya.
“Sesuatu yang negatif itu cepat menularnya. Tolong perhatikan, jangan sampai ada guru-guru malas, baik di putra maupun di putri, karena dampaknya kita akan kena semua,” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh pendidik untuk memiliki keberanian dalam menghadapi persoalan. Baginya, masalah bukan alasan untuk menghindar, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pengabdian.
“Jangan menghindar dari masalah. Hadapi seluruh permasalahan, karena itu adalah peluang ibadah dan itu adalah sebuah kegembiraan bagi siapa saja yang takutnya hanya kepada Allah,” pesannya.
Menutup arahannya, KH. Mad Rodja mengingatkan pentingnya ketulusan dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah. Ia berharap seluruh pendidik terus menjaga semangat bekerja karena Allah serta bersama-sama membangun Pesantren Darul Muttaqien sebagai lembaga yang mampu menyiapkan generasi masa depan dengan penuh kesungguhan.
Kegiatan Kamisan ini kembali menjadi ruang bagi para pendidik untuk memperkuat silaturrahmi, menyamakan langkah, serta meneguhkan kembali semangat pengabdian dalam mendidik dan melayani para santri.

Saat ini belum ada komentar