PARUNG, BOGOR – Dewan Guru TMI Pesantren Darul Muttaqien rutin menggelar pertemuan setiap hari Kamis. Bertempat di GSG (Gedung Serba Guna), agenda yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 11.00 WIB pada kamis (9/4/2026) ini diisi dengan penyampaian amanat dan motivasi berharga dari Ketua Yayasan Darul Muttaqien, H. M. Lutfi Nahar, S.E.
Dalam arahannya, H. M. Lutfi Nahar, S.E. menekankan pentingnya evaluasi diri dan perubahan mindset bagi para pendidik. Terdapat tiga poin utama yang menjadi sorotan dalam pesan motivasi beliau pada pertemuan kali ini:
Beliau menegaskan bahwa rintangan sejati dalam mencapai kemajuan bukanlah faktor eksternal. “Sainganmu bukanlah orang lain. Saingan terbesarmu adalah kemalasan, ego, dan kurangnya disiplinmu sendiri,” tegas beliau. Pesan ini menjadi pengingat bahwa setiap guru harus mampu menaklukkan ‘musuh internal’ tersebut sebelum mendidik dan mendisiplinkan para santri.
Di dunia pendidikan, kecerdasan intelektual seringkali dianggap sebagai tolok ukur utama. Namun, Ketua Yayasan memberikan pandangan yang berbeda dan memotivasi. Beliau menyampaikan bahwa untuk menjadi sukses dan berdampak, seorang guru tidak perlu menuntut diri menjadi yang paling pintar di antara yang lain. Kunci utamanya adalah kedisiplinan dan konsistensi yang terus dijaga setiap harinya.
Menutup amanatnya, beliau memberikan pandangan mendalam tentang proses pencapaian tujuan. “Mimpi itu gratis, yang mahal adalah prosesnya,” ujar beliau. Para guru diingatkan untuk menjalani proses pendidikan dan pengembangan diri sekarang juga dengan penuh disiplin agar terhindar dari penyesalan di masa depan. Beliau juga mengingatkan prinsip fundamental bahwa waktu tidak pernah berjalan mundur, sehingga setiap detik harus dimanfaatkan dengan maksimal untuk mendapatkan apa yang dicita-citakan.
Pertemuan yang berlangsung khidmat ini diharapkan mampu memantik semangat baru bagi jajaran dewan guru TMI Darul Muttaqien. Dengan mengedepankan disiplin, menekan ego, serta menjaga konsistensi, para pendidik diharapkan dapat terus melahirkan generasi-generasi unggul di masa mendatang.
Tinggalkan Komentar