Info Sekolah
Senin, 20 Jul 2026
  • Pesantren Darul Muttaqien: Satu dalam aqidah, toleransi dalam khilafiyah, berjama'ah dalam ibadah dan muamalah.
  • Pesantren Darul Muttaqien: Satu dalam aqidah, toleransi dalam khilafiyah, berjama'ah dalam ibadah dan muamalah.
18 Juli 2026

Rayakan Milad ke-38, Darul Muttaqien Bogor Eratkan Silaturrahim dengan Wali Santri Baru

Sab, 18 Juli 2026 Dibaca 344x

Bogor – Suasana Masjid Al-Amin Pesantren Darul Muttaqien Bogor dipenuhi dengan rasa syukur pada Sabtu, 18 Juli 2026. Ratusan wali santri baru TMI hadir dalam acara Silaturrahim Wali Santri Baru, yang istimewa karena bertepatan dengan momentum Milad Pesantren Darul Muttaqien yang ke-38 tahun.

Acara ini menjadi ajang silaturrahim sekaligus penguatan komitmen bersama antara pihak pesantren dan orang tua santri, dalam mengawal perjalanan pendidikan putra-putri mereka selama enam tahun ke depan di TMI Darul Muttaqien.

Wakil Pimpinan Bidang Akademik, Ustadz H. Turhamun, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa menyerahkan anak ke pesantren bukan sekadar soal pendidikan formal, melainkan bagian dari perjuangan bersama menuju ridha Allah SWT. “Memondokkan anak bukan untuk menjadi apa, tapi bagaimana kita mendapatkan ridho Allah SWT. Kalau Allah sudah ridho, maka pasti anak-anak kita akan mendapatkan ilmu dan menjadi anak yang saleh dan salehah,” tegasnya.

Ustadz Turhamun juga mengingatkan bahwa perjalanan pendidikan di pesantren membutuhkan kesabaran dan keikhlasan, terutama bagi orang tua yang baru pertama kali melepas anaknya jauh dari rumah. Ia berpesan agar orang tua senantiasa mendengarkan keluh kesah anak tanpa berlebihan meresponnya secara emosional, karena hal itu justru dapat melemahkan semangat juang sang anak dalam menuntut ilmu.

Dalam kesempatan itu, beliau juga mengungkap sejarah panjang pesantren yang berdiri di atas tanah wakaf seluas 1,8 hektar dari (Alm.) H. Muhammad Nahar pada 1988, dan kini telah berkembang menjadi kawasan pendidikan seluas sekitar 22 hektar. “Darul Muttaqien ini didirikan di atas dan untuk semua golongan, sehingga semua umat Islam punya peluang yang sama untuk belajar,” ujarnya, menegaskan independensi pesantren dari afiliasi organisasi maupun politik tertentu.

Sementara itu, Kepala TMI, Ustadz Hendrizal Rasyid, S.S., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan besar yang diberikan para orang tua kepada pesantren. Ia menekankan bahwa profesi guru dipilih sebagai basis pendidikan TMI karena pengaruhnya yang mengakar dan berkesinambungan bagi generasi mendatang. “Kalau guru itu, bekasnya tidak pernah hilang. Lebih kepada inspirasi, pengaruh, dan pembimbingan,” ungkapnya, mengutip semangat innama bu’itstu mu’alliman — bahwa Nabi Muhammad SAW pun diutus sebagai seorang pendidik.

Menariknya, dalam sesi perkenalan jajaran pengasuh dan wali kelas, terungkap bahwa para pendidik TMI Darul Muttaqien berasal dari berbagai penjuru Indonesia — mulai dari Riau, Lombok, Boyolali, Sulawesi Selatan, Gresik, hingga Cirebon dan Magelang. Keberagaman ini turut mencerminkan wajah santri Darul Muttaqien sendiri, yang datang dari lintas daerah dan lintas pulau untuk menuntut ilmu bersama.

Ustadz Hendrizal turut menyampaikan sejumlah capaian akademik pesantren, termasuk keberhasilan mengantarkan puluhan lulusan ke perguruan tinggi dalam dan luar negeri, termasuk Al-Azhar, Mesir, dalam beberapa tahun terakhir.

Arahan penuh makna juga disampaikan oleh Pimpinan Pesantren, KH. Mad Rodja Sukarta. Dengan gaya bertutur yang hangat dan penuh kearifan, beliau mengajak seluruh wali santri untuk membangun kerja sama erat dengan pesantren demi masa depan generasi yang lebih baik. “Kita ini manusia, gurunya juga manusia… Kalau ada kekurangan, tolong dikomunikasikan,” pesannya, menekankan pentingnya keterbukaan antara orang tua dan pihak pesantren dalam menyelesaikan setiap persoalan anak.

Beliau juga menggarisbawahi pentingnya pendidikan adab sebagai fondasi utama sebelum ilmu pengetahuan. “Kita ajarin adab dulu — adab kepada dirinya sendiri, adab kepada sesamanya, adab kepada gurunya, adab kepada Sang Pencipta. Setelah adab, baru sedikit-sedikit belajar ilmu,” tuturnya.

Di usianya yang telah menginjak 76 tahun, KH. Mad Rodja Sukarta juga mengajak para orang tua untuk turut menjadi teladan disiplin bagi anak-anaknya, sembari terus mendoakan agar generasi yang tumbuh dari Darul Muttaqien kelak menjadi generasi saleh yang membawa manfaat bagi bangsa dan agama.

Bertepatan dengan Milad ke-38 Pesantren Darul Muttaqien, acara silaturahim ini menjadi penanda awal perjalanan panjang antara pesantren dan keluarga besar wali santri baru.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Sekilas Darul Muttaqien

Pondok Pesantren Darul Muttaqien terletak di wilayah desa Jabon Mekar Kecamatan Parung Kabupaten Bogor Jawa Barat. Resmi didirikan pada tanggal 18 Juli 1988 M.

Agenda

15
Mar 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
01
Mar 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
26
Des 2024
waktu : 07:00
Agenda telah lewat