Beranda » Berita » Santri Darul Muttaqien Resmikan Underpass Masithoh dan Kamar Mandi Masjid Al-Amin

Santri Darul Muttaqien Resmikan Underpass Masithoh dan Kamar Mandi Masjid Al-Amin

BOGOR — Pendidikan di pesantren tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam kelas. Kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren menjadi ruang bagi santri untuk belajar bertanggung jawab, bekerja sama, mandiri, dan mengambil peran dalam berbagai kegiatan.

Hal tersebut tercermin dalam peresmian Underpass Masithoh dan Kamar Mandi Masjid Al-Amin Pesantren Darul Muttaqien pada 3 April 2023. Fasilitas tersebut diresmikan oleh Muhammad Fadly Ujung, santri berprestasi Darul Muttaqien, dan disaksikan oleh pimpinan pesantren, jajaran dewan guru, serta para santri.

Santri Diberi Kepercayaan untuk Mengambil Peran

Pemilihan santri sebagai pihak yang meresmikan fasilitas pesantren bukan sekadar simbol. Hal ini merupakan bentuk penghargaan sekaligus kepercayaan kepada santri sebagai bagian penting dalam kehidupan pesantren.

Berbagai kegiatan di Pesantren Darul Muttaqien selama ini melibatkan santri secara langsung. Dalam pelaksanaannya, santri mendapatkan kesempatan untuk belajar mengelola kegiatan, bekerja sama, menjalankan tanggung jawab, serta menyelesaikan berbagai persoalan di bawah bimbingan dan arahan para guru.

Proses tersebut menjadi bagian dari pendidikan yang tidak selalu didapatkan melalui pembelajaran formal di kelas. Santri belajar melalui pengalaman nyata sehingga memiliki bekal untuk menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

Sarana Pendidikan untuk Mendukung Kehidupan Santri

Sementara itu, pembangunan Underpass Masithoh dan Kamar Mandi Masjid Al-Amin merupakan bagian dari pengembangan sarana dan prasarana Pesantren Darul Muttaqien.

Keberadaan sarana tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan pendidikan serta aktivitas harian santri sehingga lingkungan pesantren menjadi semakin aman, nyaman, dan mendukung proses pembinaan.

Bagi Darul Muttaqien, pembangunan fasilitas bukan hanya tentang menyediakan bangunan yang lebih baik. Sarana tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang memungkinkan santri belajar dan berkembang secara lebih optimal.

Pada akhirnya, pendidikan di pesantren diarahkan untuk menyiapkan generasi yang lebih baik dan mampu hidup pada zamannya. Karena itu, selain mendapatkan ilmu dan pembinaan dari para guru, santri juga diberikan pengalaman untuk mengambil peran dalam kehidupan pesantren.

Underpass Masithoh dan Kamar Mandi Masjid Al-Amin menjadi bagian dari ikhtiar tersebut: membangun sarana untuk mendukung pendidikan sekaligus membangun pengalaman yang menjadi bekal santri untuk masa depan.

 




Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya