Parung – Pagi yang sejuk di hari Sabtu kembali diwarnai dengan disiplin tinggi para santri Pesantren Darul Muttaqien. Biasanya tepat pukul 06.15 WIB, seluruh santri dari kelas 1 hingga 6 TMI berkumpul di depan Gedung Mekkah dan Madinah untuk melaksanakan upacara mingguan rutin. Namun, ada pemandangan yang tak biasa dalam pelaksanaan upacara kali ini.
Barisan santri kelas 6 TMI yang biasanya memenuhi sisi lapangan tampak kosong. Hal ini dikarenakan mereka telah resmi diwisuda dan dinyatakan lulus, meninggalkan tongkat estafet perjuangan kepada adik-adik kelas mereka.
Kejutan paling menarik hari ini adalah petugas pembina upacara yang bertugas. Jika biasanya posisi ini diisi oleh santri dari kelas 5 atau 6, kali ini podium justru dikuasai oleh santri kelas 1 TMI. Hal ini membuktikan komitmen pesantren dalam melatih keberanian dan rasa percaya diri santri sejak dini.
Meski masih di tahun pertama, para petugas ini menunjukkan kemampuan luar biasa dengan menyampaikan amanat dalam dua bahasa asing, Arab dan Inggris.
Amanat disampaikan dengan fasih menggunakan bahasa Arab yang menekankan pentingnya keteguhan hati atau istiqomah. “Al-istiqomatu khairun min alfi karamah. Keteguhan dalam belajar adalah kunci utama keberhasilan kita di pesantren ini,” ujar salah satu santri kelas 1 dalam kutipan pidatonya.
Tak kalah memukau, pembina kedua menyampaikan materi tentang Islamic Brotherhood (Ukhuwah Islamiyah) dalam bahasa Inggris. Ia mengajak rekan-rekannya untuk saling menjaga persaudaraan meski kakak kelas mereka sudah tidak lagi bersama di pesantren.
“We are not just friends, we are brothers. Let’s keep our bond strong and support each other every single day,” ucapnya di depan teman-teman santri lainnya.
Upacara hari ini menjadi bukti nyata bahwa di Darul Muttaqien, kepemimpinan tidak menunggu usia tua. Melalui bimbingan yang tepat, santri kelas 1 pun mampu berdiri tegak dan memberikan inspirasi bagi seluruh warga pesantren.

Tinggalkan Komentar