Beranda » Berita » PERKAJUSA SMPIT Darul Muttaqien: Seru Belajar Tanggap Darurat Bersama Damkar Bogor

PERKAJUSA SMPIT Darul Muttaqien: Seru Belajar Tanggap Darurat Bersama Damkar Bogor

Bogor — Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai hari pertama Perkemahan Kamis, Jumat, dan Sabtu (PERKAJUSA) santri SMPIT Darul Muttaqien pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kegiatan yang diikuti seluruh santri kelas 7 hingga kelas 8 ini tidak hanya menjadi ajang berkemah, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang seru dan bermanfaat.

Sejak pembukaan kegiatan, antusiasme para santri tampak begitu besar. Wajah-wajah ceria dan semangat mengikuti setiap agenda mewarnai jalannya kegiatan hari pertama. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah edukasi keselamatan dan penanganan keadaan darurat melalui kerja sama dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bogor.

Dalam sesi edukasi tersebut, para santri mendapatkan pengalaman mengenal dan mempraktikkan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk memadamkan api. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi santri untuk memahami langkah awal menghadapi kebakaran serta pentingnya mengetahui cara menggunakan alat pemadam dengan tepat.

Bagi salah seorang santri kelas 8, kesempatan memadamkan api menggunakan APAR menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

“Ini pertama kalinya saya mencoba memadamkan api menggunakan APAR secara langsung. Awalnya terasa menegangkan, tetapi setelah mendapatkan arahan dari petugas, saya jadi lebih memahami cara menggunakannya,” ujar salah seorang santri kelas 8.

Selain edukasi kebakaran, para santri juga berkesempatan mengenal penanganan ular secara langsung dengan pendampingan petugas Damkar. Pengalaman tersebut menjadi momen yang menantang sekaligus mengundang rasa penasaran, terutama bagi para santri yang baru pertama kali berhadapan dengan ular dalam kegiatan edukasi.

Salah seorang santri kelas 7 yang mengikuti sesi tersebut mengungkapkan kesannya.

“Awalnya saya takut saat melihat ularnya dari dekat. Namun, setelah didampingi dan dijelaskan oleh petugas, saya jadi lebih berani dan tahu bahwa kita harus tetap tenang serta tidak bertindak sembarangan saat bertemu ular,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan hari pertama PERKAJUSA memberikan pengalaman bahwa kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat membutuhkan pengetahuan, keberanian, dan kemampuan mengendalikan kepanikan. Melalui edukasi bersama Damkar Bogor, para santri diajak memahami pentingnya bersikap tenang, mengikuti arahan petugas, serta mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi situasi berbahaya.

Hari pertama PERKAJUSA pun menjadi awal yang berkesan bagi santri SMPIT Darul Muttaqien. Perkemahan ini menjadi ruang pembelajaran nyata untuk membangun kemandirian, keberanian, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap keselamatan diri maupun orang lain.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya